Hasna tak mampu berkata-kata mendengar kalau ternyata penghalang kayu yang dipanggul Arga itu adalah untuk Hanun. Hasna langsung mengangguk dan salah tingkah, dia segera mengambil benda tersebut dan langsung mencocokkannya ke pintu kamarnya. Lilis yang melihat itu langsung mengambil alih jualan karena pembeli mulai ramai berdatangan, sementara Hanun diasuh oleh para penghuni kost karena sudah biasa seperti itu. "Cocok, Pak Ar. Aku gak kepikiran pasang penghalang karena pikiranku masih ruwet hari ini. Terima kasih, ya, aku akan lebih tenang meninggalkan Hanun nanti selama ke pasar." Untuk pertama kalinya setelah satu bulan lebih Arga berada di Bandung, Hasna berbicara baik-baik padanya. Bahkan Arga juga merasakan kalau Hasna nampak terkesan dan senang dengan apa yang dia lakukan. Arga

