Hasna berhenti memikirkan Arga dan fokus pada Hanun yang tengah terisak di pelukan Lilis. Dengan penuh rasa bersalah, dia meraih putrinya dan tak henti menciumi wajah anak itu saking merasa bersalahnya. Lilis mengangguk pada Pasha yang juga nampak cemas, tapi Pasha sama sekali tak melakukan apa-apa. Dia hanya diam melihat Hasna dan Hanun membuat Lilis kesal. "Hasna, Hanun hampir celaka. Tapi untung saja Arga datang ke sini seperti biasa. Kalau enggak, mungkin Hanun sudah jatuh dan keningnya akan terluka. Arga datang di waktu yang tepat." Lilis buka suara. "Iya, aku bertemu dengan Pak Arga di bengkel tadi dan dia menceritakan semuanya. Salahku yang lalai karna lupa mengunci pintu, pintunya juga sepertinya sedikit terbuka makanya Hanun bisa keluar." Hasna mengelus kepala Hanun yang malah

