Pov:Putera
Hari ini aku membawa si Amelia berjalan bareng anak-anakku juga anak-anaknya.Kakakku dan anak-anaknya tidak ikut sekali kerana kakakku masih mabuk plane kayaknya,dia memang jarang sekali naik pesawat kemana-mana.Jadi,disinilah aku dan Amelia.Genting Highlands,katanya tempat tertinggi dan terdingin di Malaysia.Aku sudah beberapa kali ke Malaysia namun belum pernah kesini kerna aku tidak punya waktu untuk berlibur.Banyak yang harus aku uruskan di kantor."Mel,anak-anakmu cute banget sih,kayak mummynya",aku cuba menggoda Amelia.Senang banget kerna aku jadi deg degan bila melihat tawa dan senyumnya.Begitu menggoncang keimananku sebagai seorang duda."Ihh kamu ya Put,kalau soal menggombal,serah aja ke kamu".Balas Amelia singkat.Menggemaskan sungguh wajahnya.Mujur belum ku luah rasa dan perasaanku,kalau nggak,mau aja aku cium pipinya.Huishhh,sadar Putera.Belum sah!!!"Bilang aja terima kasih,kok susah sekali ya?Jangan galak sama calon suami Mel,nanti kebiasaan selepas menikah".Lagi,aku menggoda Amelia,lihat aja reaksi nya nanti."Kamu bilang apa tadi Put??Calon suami??Siapa calon suamiku?".Eh,ga mau kalah ini cewek.Siapa lagi kalau bukan aku,haha."Yah,aku lah,masak cowok lain harus jadi calon suami kamu Mel?".Amelia nampak seperti salah tingkah."Mel,jujur aja deh,aku ga tau dan ga ngerti sama sekali,kenapa aku bisa punya satu perasaan ni buat kamu,apalagi setelah ketemu kamu dan tahu aslinya kamu gimana,boleh kan kalau kita pacaran?".Lagi-lagi aku cuba untuk menjadi seorang lelaki yang gentle atau boleh dibilang gentleman.Mungkin."Hmmm,itu,gini deh Put,aku juga mau jujur sama kamu,aku juga punya perasaan yang aneh saat mulai kenal kamu.Aku bukan tipe yang mudah senang atau nyaman dekat dengan seseorang,kamu bisa tanya juga sama adik tiri kamu,Ildan.Tapi aku ga pasti kenapa sama kamu,aku nyaman sekali.Tapi aku sadar diri kok,janda kayak aku,siapa lah mau jadi pacar apalagi suamiku,yang ada nanti malah mikir aku ngambil kesempatan buat mereka"ujar Amelia panjang lebar.Alhamdulillah,maknanya aku tidak bertepuk sebelah tangan."Eiih,jangan gitu doannngggg,kan masih ada aku,duda keren".Hahaha,biarlah dibilang percaya diri,toh aku juga pingin punya istri kayak Amelia,udah mandiri,pandai jaga hati,yang paling aku suka soal Amelia,dia memang jago dalam masakkan.Ini yang sering ku dengar dari mata-mataku kalau Amelia selalu membawa makan yang dimasaknya sendiri ke tempat kerjanya.Amelia senyum,nahhh,itu,itu,senyumannya,aduhhh,benar-benar ini janda bikin aku jatuh cinta berkali-kali deh."Ya udah Put,kita jalanin aja ya,doain aja semoga hati kita sama² terbuka".Cukup.Aku tidak bisa menahan lagi.Senyumannya.Sungguh bisa buat aku mau melahapnya sekarang.Sabar Putera.Sabar.Belum sah!!!!
Seharian ini aku dan Amelia menghabiskan masa bersama dengan anak-anak kami.Lucu sekali ank2 Amelia.Cute seperti mummynya."Mel,ga mau nginap dulu disini malam ni?"tanya aku."Tak perlu rasanya Put.Nanti kapan2 lagi bisa kan?"jawab Amelia tetapi dijawab dengan pertanyaan pula."Iya,kapan itu aku juga ga tau KAPAN"tekan aku dihujung ayat.Memang aku sengaja mau nginap disini malam ini supaya aku bisa membawa Amelia makan malam yang agak romantis.Untuk melamarnya menjadi pacarku."Terserah kamu lah Putera.Aku ok ok aja kok,mau ninap atau tidak,toh,aku juga udah izin libur buat beberapa hari ini.Sekalian bisa neman kamu juga"Amelia menyatakannya dengan malu-malu.Ya ampun,ini janda,bikin gemes deh.Mujur belum nikah ya Mel.Kalau ga,aku peluk kamu.Ujarku dalam hati."Ya udah,nanti aku check ini aja satu kamar buat kamu dan anak-anak kamu,tapi malam ni kita keluar makan malam ya.Buat anak-anak kita,aku akan order makan malam buat dikamar aja,sekalian anak-anakku bisa jaga anak-anakmu Mel".kataku.Persetan dengan keputusannya.Siapa aja yang berani membantah ku."Iya Putera"jawabnya perlahan sambil menggendong anak bongsunya yang sudah kelelahan kayaknya.Aku mula mengajak mereka ke salah satu hotel disini.Ku tempah 2 kamar buat aku dan Amelia.Setelah selesai,kami ke kamar masing-masing."Mel,nanti jam delapan aku jemput kamu di kamar ya.Kamu bisa rest dulu deh sekarang.Kesian dedeknya masih bobok tu""Iya Putera.Nanti aku kabarin kamu kalau aku udah siap ya,supaya kamu ga nungguin aku terlalu lama di depan pintu kamarku nanti"ujarnya.Kok aku deg degan ya mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut Amelia."Good girl,selamat rest ya",kataku dan aku terus masuk ke kamar ku.Satu lantai atas dari kamarnya kerna kamar selantai aku udah habis di booking.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan.Aku masih menanti chat dari Amelia,apakah dia sudah siap atau nggak.Mau aja aku terus kekamarnya tapi tidak enak bukan?Walaupun aku sangat yakin akan mencuri hatinya tetapi tetap tidak sewenangnya aku boleh masuk ke kamarnya.'Ting',nah,ada notofikasi di hapeku."Putera,aku sudah siap ya,kamu bisa ke kamarku sekarang,dan minta anak-anak kamu datang juga untuk menjaga anak-anakku kerna dedek tadi seteah selesai menyusu,dia kembali tidur"."Baiklah,tunggu bentar ya Mel".Tiada lagi balasan dari Amelia.Dan aku ke kamarnya bareng anak-anak."Kamu berdua,ayah sama tante Amelia titip anak-anak tante ya,ingat pesan ayah,jangan berkasar sama anak kecil".Pesanku pada anak-anak."Sip ayah,anak-anak tante imut kok,lucu lagi,insyaallah ga mungkin kami ngasarin mereka yah",bilang si adek,kalau si kakak memang agak pendiam tapi diam-diamnya masih belum tuli dan dia juga kalau udah sama anak kecil,dia sekali jadi anak kecil ngalah si adek."Ya udah,nanti ayah pesan makan buat kamu semua.Sekalian kamu suapin adek-adek ya".Ujarku.'tuk tuk tuk',aku mengetuk pintu kamar Amelia.Sewaktu dia membuka pintu,Masyaallah.Ini bidadari atau apa dihadapanku sekarang.Sampai-sampai aku ga bisa ngerdip mataku melihatnya."Yah,ayah!!!AYAH!!!kok melongo gitu sih neglihat tante!!",duh si adek ni,merusak suasana sungguh."Ouh iya-iya.Yuk Mel,keburu laper ni donggg",jujur aku pingin meluk Amelia sekarang."Maaf ya,tante titip anak-anak ya,kalau ada perlu nanti hubungi ayah kamu aja ya",Amelia menitip anak-anaknya pada anak-anakku."No worries tante".Ujar kakak."Yuk Put,jangan bengong kamu,hahaaaa",duh,ketahuan ni,malu aku deh.Lalu aku pun turun dari hotel dan kami ke restaurant yang sudah aku booking tadi.
"Kamu cantil Mel",ujarku sambil mengelus tapak tangannya,Bagus,tiada bantahan dan penolakkan."Makasih Put,kamu juga kelihatan handsome banget sih,padahal aku cuma pake biasa-biasa aja kok",ujarnya."Gini Mel,aku mau kita jadian,maksud ku,aku mau jadi pacarmu dan sekaligus mau mengenalimu lebih dalam.Aku harap ga ada penolakkan darimu Mel,kerna,jujur aja aku sudah jatuh cinta pada kamu",ucapku dengan penuh hati-hati supaya ga salah ngomong."Put,sebenarnya aku juga malu untuk menyatakan hal ini,aku juga sepertinya punya perasaan yang sama buat kamu tapi aku takut.Aku tidak pernah punya experience bercinta jarak jauh begini,mana harus rentas lautan baru bisa ketemu kamu.Hati aku ni,aku ga tahu bisa bertahan gimana,kepercayaanku,juga kamu.Aku takut disuatu saat nanti hati aku atau hati kamu berubah Put".Ujar Amelia panjang lebar."Hmmmm,gini Mel,kamu percaya sama aku kan?Kamu tahu sendiri kalau aku punya experience kan?Trust me,every everything's going well Mel,aku ga akan maksa kamu tapi tolong percaya padaku,aku akan coba untuk ke Malaysia mungkin sebulan atau dua bulan sekali buat jengokin kamu sama anak-anak.Kamu mahu kan percaya pada aku?" Tanyaku dan aku sedikit takut akan jawapan yang akan diberikannya."Insyaalah Put,kita jalanin aja ya",alhamdulillah ,tiada penolakkan darinya."Ya udah,mari kita pulang ke kamar,semoga anak-anakku tidak membuat onar pada abang-abangnya","Jangan risau soal itu Mel,anak-anakku udah biasa menjaga anak kecil,ponakkanku kan ada dua,jadi anak-anakku udah terbiasa kok"kataku supaya Amelia tidak lagi merasa insecure dalam segala hal.Satu masalah Amelia yang aku perasan,dia sering merasa insecure dan merendah diri,mungkin kerna traumanya pada masa lalu yang membuat dirinya menjadi seperti sekarang.