CEMBURU

1465 Kata
Dua bulan telah berlalu semenjak Putera datang bercuti ke Malaysia.Dan setakat ini hubungannya dengan Amelia(LDR) baik-baik sahaja.Sehinggalah suatu saat,Amelia mendapat satu mimpi yang tidak begitu bagus.Menurut Amelia,sekiranya dia mendapat mimpi-mimpi begitu,pasti akan ada sesuatu yang buruk akan berlaku.Mungkin pada dirinya atau pada orang di sekelilingnya."Mas,kamu apa kabar?Baik-baik aja kan mas?"Amelia mula memanggil Putera dengan panggilan 'MAS'."Iya Mel,mas baik-baik aja kok,ada apa Mel,kok kamu tiba-tiba kayak mengkawatirkan mas ya?"Tanya Putera."Nggak apa-apa mas,cuma nanya.Mas dimana?Udah di kantor?"sebenarnya Amelia tidak baik-baik.Di otaknya penuh persoalan.Sebenarnya Putera pernah menyatakan padanya bahawa jangan terbawa-bawa mimpi ke alam nyata.Mimpi adalah mimpi,tiada kena mengena dengan alam yang nyata.Akan tetapi,Amelia memang sudah terbiasa sejak dari kecil,dan hal ini anehnya memang terjadi sangat real di kehidupannya.Iya,walaupun terkadang mimpiny terjadi pada dirinya,akan tetapi yang terjadi malah pada orang sekitarnya.Atau lebih tepat,mimpinya adalah petunjuk bagi sesuatu yang baik atau buruk.Putera agak kebingungan.Tidak biasanya Amelia menanyakan dirinya seperti ini."Mel,kamu ok sayang?"Putera masih menanti reply dari Amelia."Iya mas".Singkat.Tetapi tidak memuaskan Putera.'Kenapa dengan calon istriku ini?Adakah dia mempunyai masalah sama mantannya?'Putera tidak mau terlalu menekan Amelia,bagaimanapun mereka telah berjanji untuk tidak menyimpan rahsia ataupun tidak menyimpan perasaan sedih,marah atau sakit sendirian.Harus berbagi rasa. "Dan,boleh aku tanya?"tanya Amelia pada Ildan."yah,boleh lah,ada apa Mel?".Sebenanrnya Ildan sudah perasan sesuatu.Tak selalunya Amelia termenung seperti hari ni."Kau memang tak pernah berjumpa dengan abang tiri kau sebelum ni?",Tanya Amelia."Hmmmm,memang aku tak pernah jumpa dia tapi ibu dah beberapa kali jugak jumpa dia sebab arwah papa memang sering bawa ibu pulang ke Indonesia,kenapa Mel?Putera ada buat kau marah?Sedih?".Tanya Ildan pada Amelia."Tidak,cuma aku yang merasa tidak sedap hati akan sesuatu.Ibumu memang kenal rapat dengan Putera?".Amelia masih cuba mengorek sesuatu dari Ildan."Aku tak pasti hal itu Mel sebab aku sendiri memang tidak pernah bertanya soal adik beradik tiriku yang di Indonesia.Memang nya kenapa kau seperti bimbang akan sesuatu hmm?".Amelia tampak seperti menimbang akan apa yang dia katakan."Tidak Dan.Aku tidak bimbangkan apa-apa.Cuma hal kecil".Ujar Amelia."Itu biasa Mel kalau kau curiga akan sesuatu,sebab kau dengan Putera memilih untuk bersama walaupun kamu berdua tahu apakah risiko yang korang akan hadapi".Begitulah Ildan,selalu memberi pendapat buat sesiapa sahaja yang dia kenal.Baik rapat atau tidak.Tetapi tergantung juga.Ildan sebenarnya sudah meminta Amelia untuk mempertimbangkan akan hal menerima Putera sebagai kekasihnya kerana Ildan tahu sangat seperti apakah trauma yang Amelia pernah lalui. "Mas,bisa aku tanya sesuatu ga?Mungkin soalan ini akan menimbulkan sedikit curiga buat kamu tapi aku perlukan jawapan buat hati aku yang galau".Amelia memulai chatnya pada Putera."Iya sayang,boleh aja kok.Mau tanya apa?",jawab Putera tanpa basa basi.Amelia juga sebenarnya seorang yang pemendam.Bukan pendendam ya."Gini mas,kemarin aku mimpi sesuatu yang tidak enak,jadi menurut aku,kalau aku mimpi begitu selalunya akan terjadi sesuatu yang tidak bagus,mungkin pada aku atau mas,boleh aku tahu hubungan mas sama mantan-mantan istri mas gimana?".Tanya Amelia.Putera sudah dapat mengagak sebenarnya.Putera mengusap wajahnya dengan perlahan.'Apa aku patut jujur sama Amelia ya?',tanya nya pada diri sendiri."Gini sayang.Mas sebenarnya bukan ga mau kasih tahu kamu ya,tapi tolong setelah mas explain,kamu jangan fikirnya yang tidak-tidak ya sayang,boleh janji sama mas?",tanya Putera pada Amelia.Lama juga menanti reply dari Amelia."Insyaallah mas,aku cuba ya.Kerna aku udah bilang dari awal,kalau aku tidak tahu soal hati aku gimana setelah kita menjalin hubungan".jawab Amelia.Akan tetapi hatinya sekarang benar-benar tidak siap untuk menerima apa pun."Sebenarnya mas sama mantan mas di New York memang sudah lama sejak dari divorce kita tidak berhubungan,baik dari segi sms atau WA.Kami memang sudah lost contact total,cuma sesekali dia akan menghubungi mantan mas disini untuk memberi kabar anak mas disana.Tapi kalau yang disini,jujur mas masih berhubungan baik seperti kakak dan adik.Kerna kami berfikir bahawa hubungan yang tidak sihat tidak bagus buat anak-anak kami,sama juga seperti kamu kan,ga mungkin kamu sama mantan suami mu mahu berbaikkan setelah lama bercerai benar?Sama juga dengan mas,mas udah mengganggap dia seperti adik mas.Cuma,satu hal yang kamu perlu tahu,kami memang sering ketemu kerana rumah kami berdekatan dan mas juga sering bertemu dengan keluarganya".Ujar Putera panjang lebar.Pedih?Iya,Amelia sedang menangis sekarang,Dia tidak pasti kenapa tetapi yang dia tahu,dia memang berasa cemburu.Cemburu?Soal apa?Soal mengapa Putera bisa berbaikkan dengan keluarga mantannya sedangkan dia?Dihina,dicaci malah masih sampai sekarang dia masih dituduh suka mengambil uang mantan suaminya sedangkan dia yang berhempas pulas mencari rezeki dengan usahanya sendiri."Ooooo,begitu.Okay mas".jawab Amelia.'Lho,ini Amelia kenapa?Kok tanya aku soalan begini tapi jawabnya cuma itu?'.Gumam Putera dalam hati.'Ada yang ga beres ni sama calon istriku ini',katanya lagi. "Sayang,kamu kenapa sayang?Mau mas call kamu?",Putera masih coba untuk memujuk Amelia yang sedari tadi tidak memberi apa-apa kabar setelah dia menceritakan perihal mantan-mantan istrinya."Iya mas,mau".Maka Putera lansung menelefon buah hatinya agar hatinya berasa sedikit tenang setelah mendengar suaranya.Amelia memang mudah cair saat mendengar suara Putera.Baginya Putera sangat soft spoken terhadapnya.Amelia juga berasa seperti seorang princess apabila Putera sering mengambil berat tentangnya.Begitulah Amelia.Senang luluh apabila dia mula menyayangi sesorang."Hey my future wife.You okay sayang?"tanya Putera."Iya mas,aku baik-baik aja"."Mas nggak rasa kamu baik-baik aja sayang,soalnya kamu ga pernah bertanya mas apa-apa tentang mantan mas,trus kenapa hari ini kamu tiba-tiba kepikiran mau bertanya?Apa yang terjadi sayang?".Putera masih penasaran apa yang terjadi pada kekasihnya hari ini.Tetapi masih mencuba untuk bertanya sebaik mungkin.Padanya wajar lah kalau Amelia berasa cemburu tetapi dia bisa apa.Terhutang budi?Mungkin?Terhutang nyawa?Juga mungkin tapi Putera akan coba merahsiakannya sebaik mungkin kerana padanya tiada sesiapa yang harus tahu soal masa lalunya.Curang kan?Iya,Putera agak sedikit egois kalau hal-hal seperti ini."Ga kenapa-kenapa mas,aku cuma kepikiran kerna mungkin terbawa mimpi kemarin.Maaf ya mas".Suaranya.Tidak seceria selalu.Putera bisa menbacanya melalui cara Amelia bertutur."Ya udah,kalaupun kamu belum siap untum share dengan mas,take your time ya sayang,mas ga akan paksa kamu untuk ceritakan semuanya".Kata Putera dan mereka mengobrol seperti biasa setelahnya dan Putera tahu sangat kalau Amelia sedang sembunyikan sesuatu darinya. 'Ya Allah,aku percaya pada-Mu Ya Allah kerna hanya Kau yang bisa membolak-balikkan perasaan dan hatiku pada sesiapa pun di dunia ini.Tapi aku mohon,berikan aku jalan yang tidak memeningkan kepala ku sekiranya dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku'.Amelia berdoa setelah melakukan solat.Adakah kamu semua penasaran mimpi apa yang Amelia dapat sehingga dia kembali menjadi overthinker?Iya,Amelia bermimpi akan Putera baikkan dengan mantan istrinya.Yang lebih kaget,mantan istrinya yang berada di Indonesia sekarang.Lebih tepat,mantan istri pertama.Apa jadi dalam mimpi?Amelia bermimpi yang dia berangkat ke Indonesia untuk bercuti lansung bertemu sama Putera akan tetapi yang menemuinya adalah mantan istri Putera yang pertama.Kenapa?Apa lagi terjadi dalam mimpi tersebut?Aneh ya,iya,memang aneh kerna mimpi Amelia bersambung-sambung selama tiga hari berturut-turut.Yang masih segar dan kekal dalam ingatan Amelia adalah dimana saat mantan istrinya Putera menyatakan pada Amelia bahawa mereka akan tetap bersatu walau gimana cara sekalipun dan tiada siapa yang berhak akan Putera serta sesiapa sahaja yang menjadi atau bakal menjadi istri baru Putera,akan terkena susah.Susah dari segi apa?Susah dan sakit dari segi perasaan.Pada Amelia,sakit fizikal tidak sesakit mental.Dia pernah didera mental nya selama lima tahun.Jadi dia tahu bagaimana rasa sakitnya apabila mental di dera. Amelia sudah merancang untuk ke Indonesia sebenarnya.Untuk pengetahuan semua,Putera telah memberi saranan di hotel mana yang perlu Amelia nginap selama dia di Indonesia nantinya.Dengan alasan,dia pernah ke hotel tersebut bersama keluarga besarnya.Amelia adalah seorang yang aktif di media sosial.Putera juga tetapi cuma setelah dia bercerai dengan istri keduanya,dia tidak terlalu memperdulikan soal medsoc nya.Amelia sedikit penasaran tentang media sosial Putera.Dia cuba dan sedaya upaya tidak mahu masuk ke halaman kekasihnya itu akan tetapi mungkin ada setan yang menghasut,maka,disinilah dia.Melihat dan mengetik satu-persatu foto kekasihnya.Hmmm,not bad,katanya.Muka nya kayu,susah mau senyum apabila bergambar.Tetapi.Sesuatu menarik perhatiannya.Foto keluarga di sebuah hotel.Dimana di foto tersebut ada Putera,anak-anaknya serta keluarga besarnya.'Wait,sebentar.Ini bukan kah mantan istri pertamanya?Ini foto tahun berapa?Ya Allah,kenapa aku begitu cemburu?Soal apa membuatkan aku begitu cemburu melihat foto ini?Kenapa harus dia memberi idea padaku untuk stay di hotel ini?Apa ada kaitannya dengan mimpi ku?Setahuku di tahun ini dia sudah sah bercerai dengan istri pertamanya.Kalau mereka dihotel ini,mereka tidur dimana?Dan kalau tidak salah lagi,Putera sudah mengenali istri keduanya waktu ini.Bukankah Putera bilang kalau dia ke hotel ini bersama keluarga besarnya?Apakah ini keluarga besarnya atau keluarga besar mantannya?',pelbagai soalan yang bermain difikiran Amelia.Lalu dia cuba untuk tenang.'Sabar Amelia,sabar'.Dengan pantas Amelia cuba bertanya sesuatu pada Putera."Mas,boleh aku ahu kenapa mas menyarankan aku supaya nginap di hotel yang mas suggest?",Amelia menghantar chat pada Putera.Lama juga Putera ambil masa untuk reply."Iya,karna menurut mas,hotelnya keren sih.Emangnya kenapa sayang?Kamu ga suka?".Putera bertanya kembali pada Amelia."Tidak mas,cuma fasilitasnya kurang terutaman hair dryer.Ga mungkin aku harus bawa hair dryer ku sendiri bukan?".Amelia berbohong.Padahal hatinya begitu sakit setelah melihat foto-foto Putera tadi bersama mantannya."Mas dulu kesana sama siapa aja mas?",lagi soalan yang Amelia lemparkan buat Putera.Tetapi Putera tetap tidak menjawab jujur."Sama keluarga besar mas sayang,hey,kamu kenapa?".Mungkin Putera sudah bisa bau sesuatu dari soalan-soalan yang Amelia tanyakan."Ga pa-pa mas sayang,aku cuma nanya aja,penasaran.Tapi kalau aku mau hotel lain bisa kan mas?"Amelia cuba untuk memperbetulkan perasaannya.Kalau boleh dia tidak mahu terlalu mengikut perasaan,kerna dia tahu kemudian hari akan menyusahkan dirinya sendiri."Iya,bisa donnng,buat calon istri mas,apa pun bisa".Nah,begitulah Putera,pandai sekali mengambil hati seorang Amelia.Amelia jadi lupa pada masalahnya apabila Putera sudah menang dalam soal mencuri hati.Untuk hari ini,biarlah Amelia menyimpan perasaannya dahulu.Padanya,mungkin dia sahaja yang terlalu memikirkan semua masa lalu Putera.Semoga hati nya tidak berubah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN