Mulai belajar

1000 Kata
Tekan love bisa?  Happy reading...  **** Dua hari berlalu...  Masa orientasi sekolah berakhir, dan pembagian kelas di bagikan hari ini. Perasaan Elzata sangat bahagia, sampai-sampai jam enam pagi ia sudah berangkat dari rumah karena pembagian kelas akan ditempel di mading. Elzata tidak banyak memiliki teman, ia hanya dekat dengan Indah dan Dimas.  Ngomong-ngomong tentang Dimas, hari terakhir MOS, Elzata sudah memperkenalkan Dimas pada Indah. Reaksi mereka sangat diluar dugaan, Elzata pikir Indah akan nerima Dimas dengan baik. Tapi perkiraan nya salah, malah indah sangat sinis melihat Dimas disebabkan oleh sifat pria itu yang percaya diri, sangat bertolak belakang dengan sifat Indah. Mungkin itu yang membuat mereka susah akrab.  Elzata sudah berdiri didepan koridor yang berhadapan dengan mading, ia duduk disalah satu kursi untuk menunggu Indah. sambil menoleh untuk melihat orang-orang yang sudah mulai berdatangan. Ia tersenyum manis ketika melihat Indah ada diantara salah satu dari mereka.  " Pagi in.. " sapa Elzata ketika indah sudah beralih duduk disampingnya.  " Pagi El, udah lama lo disini? " tanya Indah melihat keadaan sekitar yang masih sunyi.  " Ngga terlalu lama. " timpal Elzata.  Indah mengangguk. " Tumben banget lo dateng pagi-pagi. " " Ini udah hampir jam 7 in. "  " Tetep aja btw, mana laki-laki Hidung belang itu? " Elzata menyerngit." Siapa?"  Indah memutarkan bola matanya malas. " Name nye aje males banget gue sebut. " Elzata tertawa, lalu menganguk. " oo Dimas, kenapa kangen lu? "  " Apaansih lo! "  " Lo kenapa jijik banget ngeliat Dimas? Menurut gue orang nya baik, terus friendly lagi. "timpal Elzata membuat Indah mendengus.  " Males aja, ngeliat cowo gombal kek dia, sok kenal sok dekat. " Baru ingin membalas ucapan Indah, sang empu yang dibicarakan tiba dengan ciri khas nya yang bahagia. " PAGI ALL. " girang nya saat sudah berdiri dihadapan Elzata dan indah.  Elzata tersenyum sambil menjawab sapaan Dimas, sedangkan indah menoleh kearah lain, sangat malas berhadapan dengan Dimas. " Neng, musuhan banget sama gue. " celutuk Dimas pada Indah.  " Suka-suka gue. Kenapa lu yang ribet. "  " In, gaboleh ngomong gitu. " tegur halus Elzata.  " Au ah gelap. "  " Biarin aja El, Ntar jodoh sama gue. " ujar Dimas, tanpa sadar kaki nya melayang kelutut Dimas." Aih....kasar banget jadi cewe. " " Salah lo sendiri! Amit-amit gue jodoh Sama lu. " Elzata hanya menggeleng geleng kepala melihat kedua temannya ini. Ia lebih memilih diam mendengarkan mereka ribut hanya karena hal yang sepele. Mulai dari Dimas Yang ingin sekelas, sedangkan indah tidak sampai mereka kembali berdebat lagi.  **** X Ipa 1 7. Dimas Anugerah. 11. Elzata Intania.  19. Indah Rasta farasya. Saat membaca nama mereka ada dalam satu kelas, Elzata berteriak riang lalu memeluk indah disampingnya, sedangkan Indah berekspresi datar, pikiran nya melayang-layang,bagaimana bisa belajar dengan ikhlas kalau ada laki-laki yang membuat nya malas.  " In, lo kok ga bahagia? " tanya Elzata sedih. Ia berpikir Indah tidak senang satu kelas dengan nya.  " Gpp. Gue mau ke toilet dulu ya. " pamit Indah lalu berlalu pergi tanpa mendengar jawaban Elzata yang ingin pergi menemani nya. Elzata menatap punggung Indah yang berjalan semakin jauh, ia menghela nafas gusar. Saat ingin menyusul Indah, Elzata tidak sengaja menangkap Alter yang berjalan bersama teman-teman nya. Tanpa aba-aba, Elzata membatalkan niat nya untuk menyusun Indah.  " Alter! " panggil Elzata menbuat ketiga sahabat itu menoleh. Alter yang awalnya tertawa bersama Gavin dan Laksa, ketika melihat Wajah Elzata menjadi masam.  " Siapa Al? " tanya Gavin melihat gadis bersurai panjang itu yang masih berlari mendekat kearah mereka  " Ga tau " jawab Alter singkat.  " Mayan cantik juga. " celutuk Laksa jujur. " Huh--huh.. " ngos-ngosan Elzata saat tiba diantara Alter, Gavin dan Laksa. " Capek banget ngejer kamu. " " Njir... Kamu-aku. " ledek Gavin pada Alter.  " Al, kata lo gatau cewek cantik ini siapa. " ujar Laksa.  " Aku cewe nya Alter. " Jawaban spontan Elzata, membuat Gavin dan Laksa memasang wajah cengo. Alter hanya bersikap cool dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celana.  " Al beri kami penjelasan! " timpal Laksa dramatis.  " Penjelasan apa? Penjelasan kalo Cewek ini bohong? " sinis Alter.  Gavin menoleh kearah Alter lalu menoleh kearah Elzata. Ia sangat bingung dengan situasi seperti ini, apalagi melihat Elzata baru pertama kali disini. " Lo bohong? Lo anak baru kan? " " aku ga bohong. " Gavin menepuk pundak Alter. " Tunggu gue diwarung Abah Al. " setelah mengucapkan itu, Gavin menarik tangan Laksa tidak peduli bahwa laki laki itu protes. Sepeninggalan kedua sahabat nya, Alter menatap Elzata dari atas sampai bawah. Lalu Fokus pada Wajah dihadapan nya ini. " Udah Puas lo ?" " Puas apa pacar? "  " Gue bilang jangan manggil gue pacar! Lo gatau diri banget! " " Emang salah ya? " Alter memijit pelipis nya, lalu berlalu pergi tidak menghiraukan keberadaan Elzata  Elzata hanya terkekeh dibelakang, ia mengikuti Alter dari belakang, tapi tiba-tiba lengan nya ditarik sesorang yang merupakan Dimas.  " El, kenapa? " Elzata menepis cowok yang menahan lengannya. " Apasih lo! Gak kenal malah narik-narik Sembarangan. " " Gak kenal? Maksudnya apa? "tanya Dimas bingung. Padahal niat nya tadi, ingin membawa Elzata pergi kekantin bersama.  " Lo siapa? " tanya Elzata to the point.  " Gue Dimas El. Masa lo lupa sih? Padahal udah temenen tiga hari ini. "  Elzata mengangguk-angguk. " Oh.. Udah kan? Boleh gue pergi, Gue mau nyusul pacar gue. " " Pacar? Lo Punya pacar? " " Iya, pacar gue alter. " Mata Dimas mengedip-ngedip kan mata tidak percaya. Gadis dihadapan nya ini sangat berbeda dengan Elzata yang bersama nya kemarin-kemarin. Dan Dimas juga tidak percaya kalau Elzata punya pacar apalagi seorang ketua osis.  " kok lo ga Pernah cerita?"  Elzata melirik Dimas sinis. " Ngapain gue cerita sama lo, emang lo siapa? " " Lo mau prank gue El? Perasaann baru tadi gue tinggal pergi keruang guru. Eh balik-balik lo bilang lo gak kenal gue. " " Emang Gue Gak kenal lo ogep. " ujar Elzata malas.  " Bahkan tadi pagi juga masih fine-fine aja. "  " Cerewet banget sih lo. Gue bilang gak kenal, ya nggak kenal. Udah LAh males, gue mau pergi aja. " Dimas masih memasang tampang bodoh. Itu gadis kenapa berubah? Batinnya,  **** Maaf gaje ya guys, maklum bukan penulis handal yang bisa nulis bagus dan Punya banyak pembaca. Aku cuma penulis yang bisa menulis apa yang ada dipikiran aku. Kalian Jangan pernah bosen ya membaca cerita yang aku bikin.  Terimakasih semua.. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN