57. Sepeninggal Fatih

1031 Kata

Widyani menangis hebat, tangannya masih meraih tangan merah di depannya. Nicholas tak tahan melihatnya. Hujan deras yang sejak tadi mengguyur membuat baju Widyani basah. "Wid, come on. Nanti kamu masuk angin, kasian bayimu," ujar Nicholas. Ia masih berdiri tegak dengan payung hitam di samping Widyani. "Come on Wid, let's go home. I'm afraid you'll get sick," tambah Elena sembari berjongkok dan mengelus punggung Widyani. ( Ayolah, Wid. Ayo kita pulang. Aku takut kamu akan sakit) "What's the point of me living in a world without Fatih by my side?" ( Apa gunanya aku hidup di dunia ini tanpa Fatih di sisiku) ujar Widyani. Tangisnya makin meledak dan ia terlihat sangat tertekan. Dan ia tiba-tiba pingsan. Elena shock. Ia bingung. Begitupun Nicholas. Reflek ia melempar payungnya dan meraih tu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN