Maryam terdiam sesaat mengatur napas. Lalu diraihnya tangan kanan Azzam, disalimnnya dengan takzim selama beberapa saat lalu diletakannya kembali tangan itu berpangku ke paha Azzam. "Mas aku sudah berpikir masak-masak semalam. Aku mohon maaf atas segala khilafku. Aku sangat bersyukur dan berterima kasih mas sudah banyak bersabar dan berkorban selama ini dalam membimbingku sampai pada hijrahku. Bagiku dipertemukan dan menjadi istrimu adalah anugerah tak terhingga. Aku menyadari kesalahanku terlalu besar untuk dimaklumi. Sakit hati yang aku sebabkan terlalu dalam untuk diobati. Aku tak ingin berlaku dzolim padamu, Mas. Dan aku tak kuasa melanjutkan pernikahan ini jika mas tidak lagi ridha padaku. Jika kau sudah tak menginginkan aku lagi dan jika memang ini akan membuatmu merasa lebih baik,

