"Aku lelah!" Mahik a menjatuhkan diri di sofa. Mereka baru saja s elesai membereskan barang-barang terakhir dari rumah lama Hafla. "Istirahatlah. Sisanya biar aku yang bereskan." Hafla mengusap keringat yang lolos dari kening Mahika. "Kamu pasti sangat lelah," sambungnya. "Ya. Tapi ada beberapa yang harus aku rapikan di kamar." "Istirahatlah dulu, kamu sudah mengerjakan ini seharian." Hafla mulai mengeluarkan buku-buku koleksi Mahika dan menata dengan rapi di rak yang baru ia beli saat merenovasi rumah itu. "Hafla ...?" "Iya, Cantik? Kamu butuh sesuatu?" "Terima kasih," ucap Mahika lirih. "Simpan terima kasih itu untuk nanti malam." "Dengan senang hati." Mahika tahu perjuangan Hafla mendapatkan rumah ini tidaklah mudah. Rumah lama mereka terjual dengan harga rendah karena bangunan

