** Kristal menatap rumah minimalis yang memiliki taman luas dihadapannya dengan bibir terbuka, masih memeluk pinggang Andra yang baru saja membuka helemnya lalu melemparkan tatapan tanya pada gadis yang masih duduk manis diboncenganya. "Turun." Kristal mengulum bibirnya, turun dari motor dan membuka helem lalu menyerahkannya pada Andra. "Pak?" "Kamu takut?" "Bukan!" Kristal menjerit tertahankan, memukul lengan Andra sebal lalu menatap dirinya sendiri yang hanya mengenakan dress rumahan sepaha dan sendal swallow kebangsaannya. Beruntung Kristal tidak mengenakan hotpants dan kaus longgar seperti biasa. "Pak Andra ko ga bilang bilang sih kalau mau kesini?" "Kenapa?" "Sayakan belum keramas." Sahut Kristal nyaris menangis, menyentuh cepolan asal asalannya. "Jor

