39

1577 Kata

**        Andra menghela nafasnya dengan tenang, mematikan mesin motornya dan membiarkan gadis diboncengannya turun. Melepas helemnya tanpa suara bahkan tanpa menatap Andra sama sekali. "Kristal?"        Gadis itu tak menyahut, membuka pintu rumah dan mengabaikan Andra yang mengekorinya. "Kamu marah?"      Kristal menghentikan langkahnya, menatap bingung Andra yang melemparkan tatapan tidak sukanya. "Marah kenapa?" "Kamu banyak diam."     Kristal hanya mengerjap sekali, mengalihkan tatapannya dari Andra. "Oh, ngantuk."    Gumam Kristal nyaris tak terdengar, masih menolak menatap Andra yang mengeraskan rahangnya. "Jangan pikirkan-" "Ngga ko!"      Andra menghela nafas, Mom dan Omanya benar benar luar biasa menjebaknya. Harusnya Andra tahu, tapi tetap saja- "Trus Ini apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN