Kristal menggeliat dari balik selimut, melenguh pelan merasakan pegal luar biasa ditubuhnya. Sepasang iris coklat kemerahannya perlahan terbuka, menatap ruangan yang didominasi abu abu dan biru itu dengan mata mengantuk. Bergegas bangkit, mengabaikan kepalanya yang berdenyut lalu menyadari kaos longgar berwarna hitam yang membungkus tubuh polosnya yang dipenuhi aroma minyak kayu putih menenangkan. Tunggu. Sebentar. Dimana ini? Kristal menyibak selimutnya, tertegun melihat tanda merah disepanjang paha dalamnya. Menelan ludah susah payah, Kristal tertegun menatap selimut yang masih berada dalam cengkraman jemarinya. Kepalanya semakin memberat, dipenuhi asumsi gila dan tanda tanya. Kristal, .... tidur dengan siapa? Siapa? Kristal mengangkat wajahnya,

