** Andra tahu, ia tidak seharusnya membawa Kristal ke unitnya. Tapi ia tidak bisa memastikan dirinya sendiri sampai dirumah Kristal tanpa membuat mereka kehilangan apapun, mengabaikan semua pasang mata dan berakhir disini. Dibilik kamar mandi dengan nafas memburu yang saling bersahutan. "Kristal." Andra menyalakan shower, tidak peduli pada tubuhnya yang ikut terkenar air dingin ataupun kancing kemejanya yang hilang karna cengkraman Kristal. "Tolong, Pak." Gadis itu merengek pelan, menatapnya dengan tatapan yang membuat Andra bekali kali mengumpat. "Jangan gila Kristal." Andra membuka sampul dasinya dilengan Kristal yang benar benar memerah, mengeraskan rahangnya saat gadis itu lagi lagu dengan cepat mebuka jas yang membalut tubuh setengah telanjangnya. "P

