LIMA PULUH DELAPAN

1125 Kata

“Jangan biarin Dia masuk Kak” ujar Ahsan geram. “Udah dong San jangan menambah masalah” ucap Ihsan. “Apa Lo bilang nambah masalah, Dia yang nambah masalah” ujar Ahsan geram sambil menunjuk-nunjuk Ganesha. “Cukup San, biar Dia ketemu dulu sama Mutia setelah ini kita tidak perlu peduli lagi dengan Dia” ucap Alfian dan mempersilahkan Ganesha menemui Mutia. Di ruang ICU, Ganesha merasa begitu terpukul melihat wanita nya terbaring tak berdaya di bangkar pesakitan. Wajahnya tampak pucat, pipi chubbynya sedikit tirus, dan hidungnya dimasukkan alat-alat bantu pernapasan. Tangisnya tertahan sebab Ia Ganesha harus tampak kuat dan tegar di depan wanita nya. Ia langsung duduk di kursi yang terletak di samping sebelah kanan bangkar Mutia. Mata nya tak pernah lelah berhenti menatap wanita yang kin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN