LIMA PULUH TUJUH

1109 Kata

Kini Ibu Arin pun dirawat di rumah sakit yang sama dengan Mutia. Dirinya masih merasa berasalah karena sudah membuat putrinya tak sadarkan diri dan berada di ruangan ICU. Ia merasa hidupnya sudah berakhir, hingga Ia menyiksa dirinya sendiri dengan tidak menyantap makanan yang diberikan pihak rumah sakit ataupun yang dibawakan oleh Alfian dan Om Deni. Berkali-kali Ahsan dan Ihsan membujuknya untuk makan namun tetap tidak dipedulikan. Meskipun kedua saudara kembar itu telah berkata bahwa bagi mereka Ibu keduanya tetaplah Ibu Arin dan tidak ada yang lain. Keduanya juga berujar bahwa Kalina yang merupakan ibu kandung mereka pasti menempati hati keduanya sama seperti perasaan mereka pada Ibu Arin. Mendengar hal itu Ibu Arin merasa bersyukur bahwa kedua keponakannya begitu berbesar hati menerima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN