DUA PULUH TUJUH

1122 Kata

Ganesha yang kini sedang duduk santai di teras rumahnya sambil menyesap teh buatan Sang Mama. Tiba-tiba cangkir itu terlepas dari genggamannya, dan pikirannya langsung mengingat Mutia. Sang Mama yang baru datang membawakan beberapa camilan terkejut saat melihat cangkir milik anaknya itu pecah.                “Kok bisa jatuh cangkirnya Nak?” tanya Nyonya Rita pada putranya itu.                “Tehnya masih panas Ma, jadi pas Aku mau pegang aku kaget dan makannya pecah cangkirnya” terang Ganesha sebisa mungkin, karena dalam pikirannya masih berseliweran nama Mutia.                “Panas….enggak Ah..kan Mama bikinnya teh anget kesukaan kamu Nak” jawab Nyonya Rita. Kemudian Ia melihat putranya sedang sibuk dengan telepon genggamnya. “Ada apa Nak?” tanya Nyonya Rita.                “Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN