Selama perjalanan keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Sesekali Ganesha melirik Mutia yang sedang senyum-senyum sendiri. Ganesha merasa kesal akhirnya membelokan arah mobilnya memasuki sebuah café. Mutia merasa heran pada sikap pria bermata almond itu. Melihat Ganesha yang turun dengan tergesa-gesa, Mutia pun langsung buru-buru mengejar Ganesha. Kini keduanya sedang menunggu pesanan mereka. Mutia bertanya-tanya akan sikap Ganesha yang cuek bahkan tadi saat memesan makanan Ia tak biasanya menolak menu yang ditawarkannya. “Ada apa ini kenapa Anda jadi seperti ini?” tanya Mutia. “Enggak…gak apa-apa kok…saya hanya lapar” jawab Ganesha tak acuh. “Anda tidak seperti biasanya seperti ini” tanya Mutia lagi. “Saya hanya lapar

