DUA PULUH DUA

1187 Kata

Selama perjalanan keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Sesekali Ganesha melirik Mutia yang sedang senyum-senyum sendiri. Ganesha merasa kesal akhirnya membelokan arah mobilnya memasuki sebuah café. Mutia merasa heran pada sikap pria bermata almond itu. Melihat Ganesha yang turun dengan tergesa-gesa, Mutia pun langsung buru-buru mengejar Ganesha. Kini keduanya sedang menunggu pesanan mereka. Mutia bertanya-tanya akan sikap Ganesha yang cuek bahkan tadi saat memesan makanan Ia tak biasanya menolak menu yang ditawarkannya.                “Ada apa ini kenapa Anda jadi seperti ini?” tanya Mutia.                “Enggak…gak apa-apa kok…saya hanya lapar” jawab Ganesha tak acuh.                “Anda tidak seperti biasanya seperti ini” tanya Mutia lagi.                “Saya hanya lapar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN