DUA PULUH TIGA

1088 Kata

Keesokan harinya saat jam makan siang, Mutia meminta izin keluar untuk mengantarkan makan siang buat Melisa di kost-an. Selagi makan Melisa bertanya tentang apa alasan Mutia menolong dirinya. Mutia menjawab bahwa tidak ada alasan untuk dirinya menolong seseorang. Remaja yang berstatus kekasih Rafa itu berseringai meledek sambil berujar bahwa Mutia adalah orang yang polos dan sok suci. Mutia menanggapi ledekan Melisa itu dengan berujar bahwa lebih baik dirinya menjadi sok suci daripada menjadi orang yang munafik.                “Lebih baik Gue jadi orang yang sok suci daripada jadi orang yang sok imut padahal di balik itu dia jadi orang yang mampu menjual harga dirinya demi uang udah kayak jalang aja” sindir Mutia sarkas.                “Lo jangan asal ngomong ya..Gue ngelakuin itu kare

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN