ENAM PULUH SATU

1312 Kata

Melihat adik perempuannya yang merasa kesal dan uring-uringan sendiri, Alvian mencoba menghibur dengan membawanya pergi keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan. Benar ini sudah hari ketiga adiknya itu keluar dari rumah sakit. Ia membawa Mutia ke taman yang biasa di kunjunginya saat masih bekerja di bimbel. Meskipun awalnya Sang Papa tidak mengizinkan tapi dengan bujukan dan rayuan dari dirinya, Sang Ibu dan kedua adik kembar mereka serta mengingat anjuran dokter agar Mutia selalu merasa nyaman dan tidak stress akhirnya Sang Papa luluh tapi tetap saja keduanya masih dikawal satu bodyguard. Alvian menghampiri Mutia yang sedang duduk di bangku taman itu sambil membawa dua cup eskrim. Pria itu kemudian berlutut dihadapan Sang Adik dan menyodorkan eskrim yang berada di tangan kanan nya. Mutia te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN