Setelah seharian orang-orang, menemui dan menghiburnya, seolah mereka tahu apa yang sedang di alaminya. Ditambah lagi kedua saudara kembarnya bercerita bahwa Ibu mereka tampak begitu bahagia saat berbincang dengan pria yang belakangan ini disebut sebagai ayah kandungnya. Perempuan berpipi chubby menopang dagunya dan berpikir agar Ia bisa menerima keadaannya sekarang. Ia teringat akan perkataan Taufik dan Dayat tadi siang. Saat sibuk merenung Ibu Arin datang bersama Om Deni. Melihat kedua orang itu hatinya masih sakit dan tidak percaya bahwa dirinya bukanlah anak dari Bapak yang selama ini selalu Ia banggakan. Ditambah lagi Pria paruh baya yang kini tampak begitu ingin menyapa nya itu baru Ia kenal beberapa hari ke belakang. Ibu Arin tersenyum menyapa dan meletakkan makanan yang di sukai pu

