DUA BELAS

1831 Kata

Tepat sesuai dugaannya, wanita yang tadi berjalan tergesa-gesa itu, rupanya menemui laki-laki yang berstatus tunangan orang itu. Mutia dengan tanpa ragu langsung merekam adegan kedua orang itu yang sedang berpelukan seolah tidak peduli pada orang yang berada di sekitar mereka. Tiba-tiba suara bass dari seseorang terdengar dan berujar bahwa apa yang dilakukannya percuma saja. “Percuma ngelakuin itu Kak” ujar Abrar tiba-tiba. “Memangnya kenapa?” tanya Mutia dan masih tetap focus merekam adegan itu. “Kak Nadya gak bakalan percaya, bukti dari aku aja dia gak percaya, apalagi dari Kakak yang dimana statusnya orang luar” terang Abrar. “Jadi apa kamu punya cara lain supaya Kakak kamu percaya?” tanya Mutia, Abrar menggeleng. Abrar melihat pria itu hendak menghampiri Kakaknya lagi, ia pun be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN