SEBELAS

1577 Kata

Setelah hari itu, Mutia masih memikirkan omongan Yopi sekaligus memikirkan cara, untuk membantu Abrar sesuai janjinya. Hari ini Mutia sedang sendiri di tempat kerja, sebab Yopi sedang bertugas pergi Ke Sekolah untuk seminar. Seperti biasanya gadis berpipi chubby itu sibuk menyalin data yang dibuat rekannya ke computer, menulis laporan keuangan, dan memasukkan data para siswa ke system yang khusus dibuat oleh perusahaan mereka. Saat sedang beristirahat sejenak, Rio datang menghampirinya seraya memberikan camilan kesukaannya. Awalnya Mutia menolak, tapi Rio tidak kehabisan cara untuk membujuk dirinya menerima camilan itu.                “Tenang aja, aku gak punya maksud apa-apa, tapi aku juga percaya kamu gak bisa menolak camilan ini” ujar Rio sambil menggoyangkan camilan Favorit Mutia.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN