EMPAT PULUH TUJUH

1012 Kata

Kemudian Mutia mengajak remaja berambut ikal itu makan siang. Thoriq yang awalnya menolak namun akhirnya menerima juga ajakan itu karena Mutia memaksa. Namun tetap saja Ia tak menyentuh makanannya sedikitpun. Mutia mengatakan pada Thoriq bahwa dalam mengahadapi setiap masalah pasti menguras banyak energy dan salah satu cara untuk mengisi penuh energy itu adalah dengan makan. Mendengar penjelasan itu Thoriq tersenyum, Mutia ikutan tersenyum dan kemudian meminta remaja putra itu untuk makan. Saat hendak makan Thoriq dari kejauhan melihat Ganesha.                “Kak, siap-siap ya sebentar lagi ada yang bakalan marahi Kakak” ucap Thoriq.                “Marah sama Kakak siapa?” tanya Mutia bingung.                “1……….2…….3………..4…….5……” hitung Thiroq.                “Lagi ngapain Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN