LIMA (PART 1)

1935 Kata
Saat ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi Ganesha dimana setiap pagi menjemput Mutia dan berangkat kerja bersama. Seperti biasanya juga tidak ada yang memulai percakapan antara keduanya selama perjalanan. Mutia sibuk dengan pikirannya sendiri sementara Ganesha focus menyetir. Sebenarnya ada bebearapa hal yang ingin Mutia tanyakan pada pria yang sedang menyetir itu. Tapi ia merasa gengsi dan berpikir bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang berhak ia ketahui mengingat belum adanya hubungan istimewa antara keduanya. Rupanya Ganesha sedari tadi memperhatikan gadis itu,dan membuka percakapan mereka. “ada apa,?”Tanya Ganesha “enggak,gak apa-apa kok,memangnya kenapa”Mutia balik tanya “enggak saya perhatikan dari tadi,sepertinya kamu itu lagi memikirkan sesuatu,apa yang sedang kamu pikirkan?” Ganesha bertanya lagi “anda jangan terlalu ingin tahu urusan orang lain ya” Mutia menggerutu “kenapa saya tidak berhak tahu apa yang kamu pikirkan?” tutur Ganesha “karena kita berdua gak punya hubungan apa-apa” jawab Mutia tegas “ooooh…..kalau begitu mau punya hubungan dengan saya?”ucap Ganesha tiba-tiba “tidak”jawab Mutia “kenapa”ujar Ganesha bingung “Tanya saja pada diri anda sendiri”ucap Mutia ketus dan langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju tempat kerjanya “nanti siang kita makan siang bareng ya!!” teriak Ganesha Saat dirinya Mutia sampai di tempat kerjanya,ia langsung duduk di kursinya dan membuka computer untuk memulai pekerjaannya. Tidak berapa lama saat ia sedang asyik bekerja,telepon genggamnya berdering. Rupanya, Yopi sang partner kerja yang menelponnya. Ia memberitahu Mutia dirinya tidak masuk kerja hari ini karena sakit. Tidak lama setelahnya sang senior mengiriminya pesan teks bahwa ia tidak masuk kerja karena mau periksa kandungan. Mutia hanya bisa mengehela napas dan kemudian memanggil rekan kerjanya yang lain. “Maaaas……mas….is….” panggil Mutia “iya mbak….ada apa ya?”Tanya pria berkulit sawo matang yang baru datang menghampirinya sambil membawa sapu. “mas hari ini kita bakalan sibuk banget nih”tutur Mutia “sibuk gimana mbak maksudnya?”Tanya mas is “iya,soalnya kak chacha sama yopi hari ini gak masuk” terang Mutia “oalah,sakit kok bisa kompakan ya mbak”tutur Mas Is bingung “enggak mas bukan gitu,Yang sakitnya Cuma Yopi, kak Chacha dia periksa kandungan”terang Mutia sementara Mas Is hanya angguk-angguk saja “jadi sekarang Mas is tolong siapin semua kelas ya,sebab seluruh ruangan di pakai kan hari ini”pinta Mutia lembut dan diiyakan oleh pria itu “oh iya mbak semalam itu ada pendaftar,ya saya gak tahu apa-apa,ya tak kasih aja brosur sama formulirnya dulu,dan katanya mereka mau balik lagi siang ini” terang mas is kemudian pergi mengerjakan tugasnya. Kemudian Mutia kembali mengerjakan pekerjaannya dan mengerjakan pekerjaan yang biasanya dikerjakan Yopi. Waktuterus bergulir dan menunjukan pukul dua belas siang. Mutia mulai bisa beristirahat. Saat hendak rehat dan mengambil air minum tiba-tiba handpone miliknya berdering. Ia melihat nama yang tertera dilayarnya dan membiarkannya. Sudah puluhan kali handponenya bordering,wanita berambut pendek itu masih keuekuh untuk tidak menjawab panggilan itu. Merasa jengah pada akhirnya ia menolak panggilan itu,hingga terdengar suara dari arah pintu masuk. “kenapa di reject panggilan saya?”Tanya Ganesha tiba-tiba yang sontak membuat Mutia kaget “mau apa anda ke sini?”ucap Mutia yang mencoba untuk terlihat tidak terkejut “kok malah balik Tanya,kenapa kamu reject panggilan saya”Tanya Ganesha lagi “saya sibuk,kenapa diam jawab dong pertanyaan saya” pinta Mutia “oh itu,saya mau ajak kamu makan siang” jawab Ganesha “saya sibuk”jawab Mutia singkat “saya sibuk,saya sibuk,sesibuk-sibuknya kamu harus punya waktu makan juga dong”tutur Ganesha “saya juga tahu”ucap Mutia “kalau tahu,makannya ayo sekarang istirahat dulu” ajak Gansha “euhhhhhhh…bisa gak sekali saja anda tidak mengganggu”ucap Mutia geram “enggak”jawab Ganesha santai “terserah anda saja”ucap Mutia cuek “ok…terserah saya ya”sahut Ganesha Kemudian Ganesha pergi dari bimbel itu,dan sedikit membuat Mutia bernapas lega. Tidak lama setelah kepergian Ganesha,masuklah lima orang remaja putra yang sedang bergurau dan langsung duduk di kursi customer. Mutia menyapa kelimanya ramah. Remaja berkulit sawo matang dan berambut ikal menjawab salam Mutia,sementara tiga yang lainnya hanya diam. Dan yang satu lagi berbadan gempal sedang asyik denga camilannya. Remaja berambut ikal itu meminta keempat temannya juga menjawab salam,setelah diminta barulah keempatnya menjawab salam. “ada yang bisa kakak bantu?”Tanya Mutia Ramah “ada kak”jawab salah satu remaja “iya kak,banyak malah”sambung remaja lainnya,yang mempunyai wajah sangat mirip dengan remaja sebelumnya kalian ngaco aja nih,jangan di dengar kak omongan mereka kak”ujar remaja berambut ikal itu “gak perlu banyak basa-basi deh….kita mau daftar les kak” tutur remaja yang sedari tadi hanya diam namun ia merasa kesal pada teman-temannya yang dianggap terlalu banyak basa-basi. Mutia yang merasa kesal kemudian melirik pada remaja itu,seketika kesalnya hilang dan berganti menjadi kaget saat melihat visual remaja yang membuatnya kesal. Hidungnya mancung,rambutnya agak panjang dan sedikit menutupi dahinya,wajahnya oriental dan memakai kacamata sehingga menambah kesan coolnya. Kulitnya yang kuning langsat seolah cocok dengan warna baju yang ia kenakan saat ini. Mutia seperti melihat member boygrup korea saat melihat remaja itu. “jadi,kalian mau daftar program yang mana?” Tanya Mutia ramah “kita semua mau daftar program kelas silver yang langsung sampai SBMPTN kak”jawab remaja berwajah oriental itu “mereka berempat Cuma kak,saya enggak kak”sanggah remaja berambut ikal itu “kok gitu sih riq,gak kompak nih”protes remaja yang sedari tadi hanya makan saja “iya nih gak kompak”ujar dua remaja kembar itu bersamaan “bukannya gak kompak,tapi uang gue cukupnya Cuma buat daftar program regular doing”jawab thoriq “lo,tenang aja,kekurangannya biar kita-kita yang talangin deh”ucap remaja yang bertubuh gempal “gak perlu fa,kan walaupun beda program kan kita bisa bareng-bareng”tolak remaja berambut ikal itu lagi. Melihat niat baik mereka untuk menolong temannya itu,sementara remaja berambut ikal itu tidak mau merepotkan temannya. Mutia memilki sebuah ide yang bisa memenuhi keinginan para remaja itu. “kebetulan kami ada sedang ada promo,siapa saja pendaftar pertama hari ini akan mendapatkan diskon tambahan 10%,jadi kalau di hitung-hitung biaya program silver sama dengan biaya program regular,bagaimana mau ambil promonya?”Tanya Mutia pada remaja berkulit sawo matang itu. “beneran tu kak? Kalo gitu..…aku mau dong ambil promonya”sahut pria berambut ikal itu “oke…formulirnya mana?”ujar Mutia dan mengambil formulir pendaftaran yang disodorkan oleh remaja itu “ pembayarannya via debit ataukredit?”Tanya Mutia “kalau tunai gimana kak?”Tanya remaja itu “wah,kalau tunai promonya jadi gak berlaku dek” tutur Mutia Seolah mengerti maksud Mutia,remaja berwajah oriental yang sedari tadi hanya diam akhirnya angkat suara. “udah biar gue aja yang bayar dulu”ujar remaja bewajah oriental itu dan menyodorkan kartu debitnya pada Mutia. Mutia hanya tersenyum memandang kedua remaja itu. Dan di sisi lain terlihat remaja yang lainnya juga tampak senang akan tindakan teman mereka itu. “makasih ya brar”ucap remaja yang ternyata bernama thoriq itu tulus “biasalah”ucap remaja berwajah oriental itu mengikuti irama dari jargon yang sedang viral kini. Sontak menimbulkan tawa bagi semuanya. Setelah mendapat tanda bukti pembayaran,buku dan modul belajar,kelimanya memutuskan untuk pulang. Sebab saat ini belum jadwal les mereka,tapi kelimanya memutuskan belajar dengan pengajar piket yang baru ada pukul tiga sore nanti. “gue di sini aja dulu ya,males bolak-balik rumah soalnya”ujar remaja yang bernama Abrar “kenapa emangnya?”Tanya thoriq “iya kenapa emangnya?”Tanya Rafa membeo “gak apa-apa,gue lagi males aja,kenapa emangnya” Abrar malah balik Tanya “gak,lo gak lagi marahan sama kakak lo kan?”Tanya Thoriq “ya enggaklah”jawab Abrar singkat “okelah kalau gitu,kak titip ya teman kita”pinta Thoriq pada Mutia “ya kali,emangnya gue barang apa dititip”ujar Abrar “emang bukan barang,tapi lo asset berharga kami,sebab diantara kita berlima tingkat kegantengannya yang diatas rata-rata ya lo doing”terang thoriq “jadi maksud lo,kita gak ganteng gitu”protes remaja kembar “bukan kalian gak ganteng tapi,gantengnya masih biasa-biasa aja”ucap thoriq yang langsung berlari keluar kantor sebelum jadi bulan-bulanan teman-temannya itu. Sementara Abrar hanya tertawa melihat kelakuan teman-temannya itu. “makasih ya kak”ucapnya pada Mutia “terima kasih untuk apa?”Tanya Mutia “ah…kakak gak usah sok pura-pura gak tahu gitu deh” tutur Abrar pada Mutia “ooh yang tadi….iya sama-sama”ucap Mutia dan tersenyum pada Abrar “Thoriq itu orangnya suka gak enakkan gitu kak,padahal kita gak pernah merasa keberatan kalau kita traktir atau bayarin dia”terang Abrar “mungkin karena terlalu sering jadinya dia merasa gak enak hati dan merasa gak mau merepotkan orang lain”terang Mutia “orang lain……kita berlima itu udah berteman dari kecil kak,sebenarnya dulu bisa dibilang thoriq itu adalah yang paling berada diantara kita kak,tapi karena ayahnya kurang berhati-hati memilih klien dan partner bisnis,dia ditipu kak,dan akhirnya perusahaan ayahnya itu bangkrut dan udah hampir 7 bulan ini dia ditinggal sama Ibu dan Kakaknya pergi entah kemana . Walaupun tiga tahun belakangan ini ayahnya thoriq lagi berusaha membangun lagi usaha baru kak"cerita Abrar sekilas tentang salah satu sahabatnya itu. "Lho kenapa mereka pergi?" tanya Mutia. "Kalau itu Aku juga gak tahu sih Kak, mungkin mereka gak tahan sama kehidupan sekarang" terang Abrar. Mendengar penuturan remaja itu Mutia merasa takjub. Sebab zaman sekarang sangat sulit mencari teman untuk dijadikan teman apalagi sahabat. Setelah keduanya cukup puas bercerita,Abrar pamit pada Mutia untuk makan siang. Awalnya Abrar mengajak Mutia,namun mengingat ia bertugas sendiri akhirnya ia menolak ajakan Abrar. Abrar hanya bisa mengangguk pasrah dan meminta Mutia berjanji untuk tidak menolak ajakannya lagi suatu saat nanti,Mutia berjanji. Tak lama setelah kepergian Abrar,Mutia teringat akan dirinya yang juga belum makan siang,perutnya memang tidak bisa diajak kompromi untuk hal yang satu itu. Tiba-tiba seorang kurir membawa makanan cepat saji. Merasa tidak memesan makanan itu,Mutia menolaknya. Namun sang kurir sangat yakin bahwa alamatnya adalah bimbel itu. “mbaknya,mbak Mutia kan?”Tanya kurir itu “iya saya memang Mutia,tapi saya tidak merasa memesan makanan ini” sanggah Mutia “iya,tapi alamatnya betul kok mbak”ujar kurir itu lagi Merasa kasihan pada kurir itu akhirnya Mutia menyerah dan menerima makanan itu. Namun saat hendak membayar,kurir itu mengatakan bahwa makanan itu sudah dibayar. Mutia hanya tersenyum seraya menerima makanan itu. Saat sedang berpikir siapa kira-kira yang mengiriminya makanan,wajahnya sumringah saat melihat isi dari paper bag itu. Dimana isinya adalah paket terbatas dan paling baru dari salah satu brand makanan cepat saji itu. Sebab paket makanan itu berhadiah photocard dari para member boygrup yang paling terkenal dari Korea yang sudah ditandatangani. Mutia semakin sumringah saat melihat photocard yang didapatnya. Ia juga melihat note kecil yang tersempil diantara paket makanan itu. Isi dari catatan kecil itu adalah “saya yakin kalau anda tidak bisa menolak makanan ini, salam dari calon suami mu” Mutia hanya bisa tersenyum dan kemudian menikmati makan siangnya. Ia tidak lupa mengirimi pesan pada pria yang dianggapnya aneh itu dimana hari ini sudah mengiriminya makan siang terenak menurutnya. Di sisi lain tampak Ganesha juga sedang menikmati makan siangnya. Ia sedang mengamati layar telepon genggamnya setelah menerima pesan dan ucapan terima kasih dari wanita yang belakangan ini mengisi hari-harinya. Walaupun sederhana tapi baginya itu adalah hal yang paling indah dan berharga. Entah apa yang dia rasakan pada wanita itu,saat bertemu pertama kali dengannya,ia Ganesha merasa bahwa wanita bernama Mutia itu adalah belahan jiwanya. Ia mendapatkan rasa yang sama sekali belum ia pernah rasakan dari dulu,seolah hatinya langsung merespon sangat cepat saat pertama bertemu dengan wanita berpipi chubby itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN