Setelah selesai menyantap makanannya,barulah Mutia mulai bertanya apa yang terjadi pada Melisa hingga pipinya merah dan tampak seperti ada bekas sebuah tamparan. Melisa menghela napasnya dan mulai menceritakan semuanya yang terjadi. Siang tadi selepas dari Mutia pergi, ibu sambungya dan beberapa bodyguard datang ke kost-an itu. Ibu sambungnya memaksa remaja putri itu pulang dan melakukan apa yang Dia perintahkan, yaitu menemani dalam tanda kutip klien-kliennya. Melisa menolak dan tidak mau lagi melakukan perbuatan seperti itu lagi. Sang Ibu sambung merasa geram dan menamparnya sambil mengatainya dengan perkataan yang kasar. Sang Ibu sambung kembali mengancamnya, jika Dia tidak mau mengikuti perintahnya maka peralatan yang menyangga kehidupan Ayahnya akan dicabut. Melisa memohon pada Wanita

