ENAM PULUH TUJUH

1222 Kata

Semenjak hari itu Mutia sudah tidak mendekati Ganesha lagi. Ia hanya memberi beberapa perhatian kecil melalu pesan singkat saja. Ia menuruti nasihat yang diberikan oleh Abrar. Setiap sepertiga malam Ia juga tidak lupa melakukan sholat tahajud sambil memohon pada Sang Kuasa untuk disegerakan mengembalikan ingatan Ganesha. Hingga seminggu berlalu Mutia masih merasa belum ada kemajuan tentang keadaan Ganesha dan mulai mengikhlaskannya. Hingga saat Ia pulang ke rumah Sang Kakak datang dengan membawa undangan. Gejolak hatinya begitu kencang tak karuan seolah akan mendapatkan kabar yang tidak baik. Ditambah lagi dengan melihat raut wajah dari Sang kakak yang seolah sedang berempati padanya. “Apa ini Kak?” tanya Mutia. “Kamu baca aja sendiri ya” jawab Alvian. Membuka undangan itu. “ Kakak ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN