*** Pagi ini—setelah kemarin libur, Alaska kembali ngantor. Tanpa Skayara, dia bangun pagi dibantu alarm. Berangkat dari rumah pukul tujuh pagi, Alaska sampai di kantor pukul delapan, karena memang sama seperti biasa, jalanan ibu kota cukup padat. "Pak Alaska." Alaska yang tengah berjalan santai di lobi kantor, refleks berhenti. Menoleh ke sebelah kiri—tempat meja resepsionis berada, dia menaikkan sebelah alis lalu bertanya, "Kamu manggil saya?" "Iya, Pak, betul." "Ada apa?" Mira—resepsionis yang barusaja memanggil Alaska, keluar dari meja lalu dengan jarak yang lebih dekat, dia berkata, "Mau sampein pesan dari Bapak Prabu, katanya Pak Alaska disuruh menghadap beliau di ruangannya setelah sampai di kantor. Jangan ke ruangan kerja dulu, tapi langsung ke ruangannya Pak Prabu, Pak." "A

