*** Pukul sembilan pagi, Skayara terlelap usai dilanda kantuk—efek samping obat yang dia minum. Meminta izin untuk tidur, dalam beberapa menit saja matanya terpejam—membuat Alaska yang semula setia di samping bed, berpindah ke sofa. Punya agenda untuk melakukan sesuatu, Alaska merogoh ponselnya kemudian sambil bersandar pada sofa, dia mencari sebuah kontak yang harus dihubungi. "Tante Nadisa ... Tante Nadis ... Nah, ini dia nomornya," ucap Alaska, setelah kontak Nadisa—orang yang ingin dia mintai keterangan, berhasil ditemukan. Tidak menunda, Alaska lekas menghubungi nomor tersebut. Namun, di luar dugaan, nomor Nadisa yang dia simpan di ponselnya ternyata sudah tidak aktif. Tidak akrab seperti dengan Nadira, Alaska dan Nadisa memang berinteraksi seadanya, sehingga semenjak memiliki no

