Lorong rumah sakit siang itu ramai tapi dingin, aroma antiseptik bercampur suara langkah kaki yang bergema di lantai mengkilap. Sekar berjalan pelan, mengenakan cardigan abu lembut di atas dress polos. Tatapannya menelusuri deretan rak kecil di minimarket rumah sakit — mencari beberapa perlengkapan untuk Rana dan juga luka di milik Raka. Tangannya sempat berhenti di depan rak obat, memandangi kotak salep antibiotik dan perban elastis. Tangan lentiknya mengambil barang itu. Ia menggenggam erat kotak itu, jantungnya berdetak aneh — campuran marah dan rindu. Sial, kenapa hatinya masih bergetar hanya karena mengingat lelaki itu? Tapi bagaimana pun Raka memang suaminya kan? Raka. Atau Adyatma, nama yang dulu ia kenal di masa lalu — nama yang penuh rahasia. Lelaki yang pernah mematahkan kepe

