57

1260 Kata

Tubuh Bagas terhempas kasar ke lantai dingin, suaranya menggema di ruangan gelap yang lembab itu. Bau besi berkarat dan darah kering menusuk hidung. Nafasnya tersengal, pelipisnya mengucurkan darah segar, dan luka tembak di bahunya membuat setiap gerakannya menjadi siksaan. Bahkan tidak hanya di bahunya. Tiga tembakan bersarang di tubuhnya dan semua sudah diambil dan diobati seadannya. Bukan untuk menyelamatkan, melainkan memberi siksaan secara perlahan. Anak buah Raka mendorongnya tanpa belas kasihan, membiarkan tubuh Bagas terjerembab begitu saja di tengah ruangan berjeruji besi. Sebuah tawa berat dan serak terdengar dari sudut gelap ruangan. Pelan, tapi mengerikan. “Lihat siapa yang kembali,” suara itu bergema, disusul langkah kaki berat mendekat. “Bagas Wiratmaja... anak tiri yang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN