64

1053 Kata

“Kamu jahat, Mas…” Suara Sekar bergetar. Hanya dua kata, tapi cukup untuk mengiris habis hati Raka. "Iya, Mas jahat" "Kamu bener-bener jahat, Mas" "Maaf. Mas memang jahat sayang." Tubuh mungil itu masih dalam pelukannya, menggigil di d**a bidangnya yang basah oleh air mata. Sekar memukul pelan d**a Raka—pukulan yang bukan untuk menyakiti, tapi untuk melampiaskan luka yang empat tahun membusuk tanpa jawaban. “Kenapa harus aku yang kamu bohongi, Mas?” suaranya pecah. “Kenapa kamu biarkan aku percaya kalau kamu—mati?” Raka tak menjawab. Tangan besarnya hanya mengusap lembut rambut istrinya, menunduk mencium puncak kepala itu, menghirup harum tubuh yang begitu ia rindukan sampai ke tulang. Sekar meronta kecil, tapi Raka justru memeluknya lebih erat. “Lepaskan aku…” “Tidak,” suaranya re

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN