54

1607 Kata

“Bagas!” Suara itu menggelegar, memecah keheningan ruangan putih itu. Langkah berat terdengar dari ambang pintu. Pintu yang tadi hanya menjadi batas antara harapan dan ketakutan, kini menjadi gerbang kematian bagi siapa pun yang berdiri di sisi Bagas. Di sana sudah menanti seseorang yang mungkin saja bisa menjadi monster dalam hitungan detik. Raka muncul dari balik pintu, pakaian hitamnya berlumur debu dan bercak darah. Di tangannya pistol sudah terarah, tegak, siap menembus kepala siapa pun yang menantang. Sorot matanya gelap—dingin seperti peluru yang sudah menentukan sasarannya. Tatapan itj semakin memicing dan menekan saat terarah pada Bagas, sang kakak tiri yang menjelma menjadi b******n. Sekar mendongak, kaget dan nyaris kehilangan napas. “Mas Raka…” suaranya nyaris tak terdeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN