“Tyas, kamu bisa bikin Marvel diam, kan?” bisik Genta, putus asa mendengar Maervel menangis dari tadi. Apa memang benar apa yang dikatakan orang-orang, Marvel ‘ketempelan?’ “Aku nunggu Bulik Kinanti, dari tadi nggak angkat telepon!” seru Tyas sambil menekan kalimatnya. Menatap Genta dengan tajam, “Kenapa nggak kamu aja yang coba diemin dia,” mata Tyas tertuju ke arah Marvel yang masih menangis. Berbagai cara sudah Tyas dan Genta coba, Dewinta membiarkan Tyas dan Genta untuk mengurus Marvel berdua. Mereka ada di lantai dua, selain itu juga, keluarga Tyas yang lain termasuk Kinanti dan Santoso masih sibuk membantu Dewinta dengan pelayat yang masih berdatangan. Tangisan Marvel surut, setelah Genta menggendong dan mengusap punggungnya. Hingga anak itu minta turun dari gendongan Genta, lalu

