Part 32 Setelah beberapa kali mencium aroma minyak kayu putih yang menyengat akhirnya dengan perlahan kesadaranku memulih. Rupanya karena panik dari tadi hidungku digosok dengan minyak kayu putih tersebut dengan jumlah yang tidak begitu sedikit sehingga membuat rasa panas menjalar di area sekitar hidungku. Setelah kesadaran itu kembali secara utuh kemudian aku menangis tersedu mengingat segala kejadian yang ku alami sebelum kesadaran menghilang. Sementara Mas Heru yang memang mengetahui alasan di balik keluarnya air mataku hanya mampu menenangkan dengan memeluk dan mengusap lembut kepalaku. "Tolong panggil Mas Hanafi dan Mba Ida, Mas. Aku harus berbicara." Aku berucap lirih. "Jangan sekarang, Dek. Kamu masih sakit," jawab Mas Heru masih dengan kepanikan yang tersisa. "Enggak. Tolong ka

