Part 44 "Habis ini mau jalan kemana kita?" Aku berucap setelah mendaratkan tubuh dengan nyaman di belakang kemudi. Kukibas-kibaskan rambut yang sempat basah terkena air hujan. Tak lama kemudian apa yang aku takutkan akhirnya terjadi. Aku bersin berkepanjangan tanpa mampu dicegah. "Ahhh," kukucek perlahan hidung yang tiba-tiba terasa gatal. Benar saja dugaanku. Air hujan ini akhirnya menghadirkan pilek yang sejak berangkat tadi sudah kurasakan gejalanya. Siff malam yang dua Minggu kujalani telah sukses membuatku menghirup udara malam. Ditambah terkena air hujan barusan. Akhirnya flue itu timbul. Aryanti menatapku untuk beberapa saat. Sehingga pandangan kami saling beradu. Sedangkan bocah mungilku begitu nyaman bergelayut di lengan wanita yang akhir-akhir ini menyita segala imajinasiku

