Part 43 Cinta itu ibarat sebuah mata pisau dengan sebelah sisi yang tajam. Berani bermain dengan pisau tajam harus berani tersayat. Begitu pula dengan cinta. Jika kita berani jatuh cinta maka konsekuensinya adalah terluka. Entah terluka ditinggalkan atau tetap bersama namun terluka dengan segala ujian. "Seharusnya dari awal kamu menegaskan hati bahwa setiap pertemuan akan selalu ada perpisahan. Itulah kehidupan," ucap Leo di suatu senja saat kami sedang menikmati sepoi angin pantai. "Tak seharusnya kamu memendam perasaan benci padaku berlebih, Yan. Kamu sudah tahu alasan kenapa aku meninggalkanmu," lanjutnya saat aku hanya menatapnya penuh rasa keki. "Sama saja Leo ..." "Fuad, Yan. Namaku sekarang Fuad. Kamu harus terbiasa memanggilku dengan sebutan itu," sambar Leo yang kini berubah

