Part 50 Setelah melakukan perjalanan selama satu jam. Tubuh Aryanti terlihat sangat letih. Tanjakan yang dia daki untuk mencari bantuan ternyata hanyalah jalanan buntu. Seharusnya dia tidak perlu mendaki sejauh ini hanya untuk mencari bantuan yang tidak pasti. Akan lebih aman berdiri di samping mobil sambil menunggu pejalan lain yang sedang lewat. "Shiit." Dia mengumpat dengan kesal. Pulau Kalimantan ini terlalu luas untuk dijelajahi pendatang baru seperti dia. Jalan-jalan yang semua terlihat sama membuat kepalanya pusing menentukan arah dan tujuan. Emosi yang tidak mampu terkontrol membuatnya mengambil keputusan tanpa dipikir ulang. Cemburu. Tentu saja itu yang mendominasi pikirannya saat mengambil keputusan untuk keluar dari rumah yang awalnya tujuannya hanya mencari angin. Kini hanya

