Part 51 Kini aku sampai di depan rumah dengan selamat. Setelah turun dari mobil aku segera menuju rumah yang sedang terbuka lebar dengan disambut tatapan mencemooh anak sambung sulungku. Sedangkan Fuad memutar arah untuk melihat mobil satunya yang tadi aku pakai dan sekarang lagi di derek menuju bengkel. "Kekanakan," ucapnya walau dengan nada lirih. Akan tetapi masih sempat tertangkap di indra pendengaran dengan jelas. Aku menatap tajam pemuda tanggung di hadapanku saat berserobok langkah di ruang tamu. Namun dia menyeringai tanpa sedikitpun menunjukkan rasa takut. Sejurus kemudian dengan melemparkan senyuman sinis dia meninggalkanku setelah cukup lama adu tatap yang kami lakukan. Kini aku sendiri di ruang tamu masih menatap kepergiannya dengan kasedihan yang luar biasa. Rasa letih me

