Part 40 "A_Assalamu'alaikum ..." ucapnya terdengar ragu saat sambungan telepon di seberang terhubung. "Ya, Wa'alaikumsalam ..." jawabku juga tak kalah penuh keraguan. Sejenak hening menyelimuti. Aku mendesah saat mendengar beberapa kali tarikan berat nafas dari seberang sana. "Apa kabar, Mba?" ucapnya kemudian. "Ya. Baik." Aku kembali mendesah berat bingung akan menjawab apa. "Sebelumnya aku beserta istri minta maaf. Karena kami sadar, kamilah yang menjadi tonggak permasalahan yang saat ini kamu hadapi." Aku tetap diam saat mendengar dia berbicara. Kembali kudengar dia menghela nafas berat di ujung sana. "Masalah hutang kami, aku tak akan mangkir. Karena bagaimanapun juga itu tanggung jawabku sebagai seorang suami. Jika pun Ida tak ingin membayar. Aku yang akan melunasi semuanya,

