Part 41 Setelah keluar dari kehidupan Lunia. Kini aku memulai kembali serpihan hati yang hampir menjadi debu. Meskipun tertatih tapi ini lebih baik dari pada aku harus berperang dengan hati menyingkirkan iri dan dengki terhadap sahabatku sendiri. Entah lelakon apa yang kujalani dalam garis takdir hidupku. Penuh dengan liku yang sebenarnya tak pernah mampu kupahami. Siang itu aku duduk di sebuah warung dekat tempat aku bekerja. Sejak meninggalkan rumah Lunia beberapa bulan yang lalu, aku terkatung-katung di Pulau yang menurutku masih sulit untuk ku selami. Jalan-jalannya yang seolah sama di setiap sudut sangat membuatku kesuliatan dalam menghafalnya. Untuk menopang kehidupan sehari-hari. Aku berusaha mencari penghidupan sendiri. Berbekal kerajinan menjahit, aku mencoba keahlian dengan men

