Part 30 "Assalamu'alaikum, Mbaku yang cantik, Mbaku yang manis, Mbaku yang baik sedunia maya dan sedunia nyata." ucap Rasyid di seberang penuh ceria. Tentu saja sambil dibumbui rayuan-rayuan pulau kelapanya. "Lebay ..." jawabku sambil tertawa lepas. "Lah bertahun-tahun ke negeri non muslim lupa dengan hukum islam. Jawab salam dulu woy," ucap Rasyid menggoda. "Wa'alaikumsalam. Bagaimana kabarmu beserta ibu bapak dan juga kakakmu Ibnu, Syid?" jawabku masih dengan sisa tertawa. Semenjak acara pernikahanku kemarin, kami belum sempat saling mengirim kabar. Apalagi ditambah permasalahan dengan Ida beserta suami begitu menyita perhatian kami. Perbedaan sudut pandang dan keputusan sedikit banyak telah mempengaruhi kondisi hubunganku dengan Mas Heru. Aku merasa terabaikan ketika segala argume

