Bab 17. Nadi yang Tak Terlihat Hujan deras mulai mengguyur Jakarta saat mobil jeep militer yang dikemudikan Arya membelah jalanan menuju kompleks perumahan perwira menengah. Di dalam kabin, keheningan terasa berbeda dari biasanya. Tidak ada ketegangan yang menyesakkan, melainkan sebuah resonansi sunyi antara dua orang yang baru saja menyadari bahwa mereka berdiri di parit perlindungan yang sama. Kinanti melirik profil samping Arya. Cahaya lampu jalan yang melewati kaca mobil yang basah menciptakan siluet yang dramatis pada wajah pria itu. Arya terlihat sangat tenang, ketenangan yang hanya dimiliki oleh seorang ahli bedah yang sedang memegang pisau di atas meja operasi. "Apa kamu yakin Kolonel Wirawan akan menerima kita malam-malam begini?" tanya Kinanti pelan, memecah kesunyian. Arya m

