Bab 23. Di Ambang Badai

1226 Kata

Bab 23. Di Ambang Badai Malam merayap masuk ke dalam apartemen dengan perlahan, membawa serta keheningan yang menyesakkan. Di atas meja ruang tamu, berbagai peralatan taktis berserakan di samping stetoskop dan jurnal medis Arya, dua dunia yang kini terpaksa bersatu. Kinanti sedang memeriksa magasin senjatanya dengan ketelitian seorang pengrajin. Cahaya lampu meja yang kekuningan menonjolkan garis rahangnya yang tegas. Di sudut lain, Arya sedang menyiapkan tas medis darurat. Tangannya yang dulu hanya digunakan untuk menyembuhkan, kini harus bersiap untuk menambal luka akibat peluru. "Kenapa kamu memilih jalan ini, Nan?" tanya Arya tiba-tiba. Suaranya rendah, nyaris berbisik. Kinanti berhenti mengisi peluru. Ia menatap Arya, lalu tersenyum tipis. "Apa maksudmu, menjadi tentara, begitu?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN