Bab 20. Pura-pura Retak Ketukan di pintu apartemen itu tidak terdengar lagi, namun keheningan yang mengikutinya jauh lebih mengancam daripada ledakan. Arya berdiri dengan posisi siap tempur, senjatanya terarah ke pintu kayu jati yang tebal itu. Di belakangnya, Kinanti memegang tablet pengawas, memantau kamera CCTV koridor dengan napas yang tertahan. "Kosong," bisik Kinanti. "Orang yang meletakkan amplop itu sudah pergi melalui tangga darurat tiga puluh detik yang lalu. Dia tahu persis titik buta kamera kita." Arya tidak langsung menurunkan senjatanya. Ia menunggu beberapa saat, memastikan tidak ada jebakan sensor gerak atau suara yang mencurigakan. Setelah yakin, ia membuka kunci pintu perlahan dan menarik amplop coklat itu ke dalam dengan ujung sepatunya sebelum menutup pintu kemb

