“Night sayang,” bisik Melanie di telinga Revano setelah mengecup kening sang suami. Melanie bangun dari duduknya untuk kembali melanjutkan istirahatnya karena mengingat hari masih pagi dan juga gelap. “Ahhhh…” sentak Melanie terkejut, ketika pergelangan tangannya di cengkeram tiba-tiba. “Rev…” gumam Melanie pandangi Revano yang tersenyum menatap dirinya.. “Pasti aku sudah menganggu tidurmu ya? Maaf ya…” sesal Melanie. Revano menggeleng, lalu bangun dari duduknya tanpa melepaskan pergelangan tangan Melanie. Ia menarik tangan Melanie hingga tubuhnya terhuyung jatuh tepat di atas pangkuan Revano. “Tidak! Kamu sama sekali tidak menggangguk tidurku.” Revano melingkarkan kedua lengannya memeluk pinggang Melanie. Wajah Revano tersa bersadar di punggung Melanie. “Apa kamu tadi baru tidur

