Nyidam!

2185 Kata

"Semangat Aluna. Kamu pasti bisa melewati semua ini.” Aluna menyemangati dirinya sendiri. Ia berdiri di depan cermin yang berkuran tinggi sama dengan tinggi tubuh Aluna. Ia sudah rapih dengan pakaian kerjanya. Aluna pun sudah bersarapan sebelum pergi bekerja seperti biasa. Seminggu berlalu setelah kejadian itu. Rasanya Aluna menjalani kehidupannya seperti biasanya seolah seminggui lalu ia tidak pernah bertemu dengan pria berengsek yang sudah membuat hati dan kehidupannya hancur. Aluna harus bangkit, Aluna tidak mau terpuruk dengan masalah yang sedang ia hadapai. Kehamilannya ini tidak membuat Aluna patah semangat meski ketakutan selalu melanda di setiap harinya. Seminggu kejadian itu, seminggu pula Aluna sudah tidak pernah melihat batang hidung petinggi HS yang akan bertanggung jawab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN