Alverno dengan senang menyambut kedatangan kedua keponakannya yang baru saja tiba di HS. Alex menjemput kedua malaikat kecilnya itu. Dengan langkah cepat, Alverno menghampiri putri kecil kembarannya itu. “Hai sayang… kenapa wajahmu nampak sedih seperti ini hmm? Siapa yang membuat princes Uncle seperti ini?” tanya Alverno pada Bi Ani dan juga Alex. “Tidak ada tuan. Dari tadi Adia seperti itu.” “Papa…” panggil Adia yang berada di gendongan Alverno. Alverno langsung menoleh ke samping di mana Adia begitu nyamannya merebahkan kepalanya di bahu Alverno. “Bolehkan Dia panggil Uncle Apeno dengan panggilan papa?” Kedua mata Alverno berkaca-kaca. “Boleh sayang. Tentu boleh,” jawab Alverno mengusap punggung kecil Adia. “Kita ke atas ke kamar papa. Dia harus cerita sama papa siapa yang suda

