Bug! Bug! Bug! Brakk! “Kau manusia paling berengsek yang aku kenal Revano!” “Ka…” lirih Revano seraya merintih kesakitan akan pukulan yang bertubi-tubi Revano dapatkan dari kakanya. Revano belum menceritakan semua masalahnya. Tapi Alverno sudah memukulnya lebih dulu. Revano meremehkan kembarannya yang seorang Alverno William Stone, yang sudah di pastikan kembarannya akan tau lebih cepat akan masalah ini sebelum Revano sendiri yang mengatakannya. Terlihat begitu jelas ekspresi nyalang pada wajah tampan Alverno karena pria itu sudah lebih dulu mengetahui hal ini. “Lo begitu tega memperlakukan istrimu sendiri seperti ini Rev! Sungguh lo itu sangat memalukan!” decak Alverno dengan nafsu yang sudah menggunung dan tidak bisa di bendung lagi. Alverno jelas kecewa akan tindakan kembara

