Jam menunjukan pukul sepuluh malam. Keadaan kantor mulai sepi dari jam delapan tadi. Seperti tak mengenal waktu. Laki-laki dengan dua kancing kemeja terbuka itu nampak berkutat dengan laptop. Seolah badai datang pun tak bisa mengganggu kerutan fokus di dahinya. "Belum pulang?" Saut Reon. Ia sengaja kembali ke kantor sebab melupakan flashdisk berisi dokumen yang harus ia kerjakan malam ini. Tak ada jawaban. Reon menoleh jam dinding. Menghela nafas kemudian, BRAK! Ia sengaja menggebrak meja. Jika tidak begitu Raga tidak akan bergeming dari konsentrasinya. Begitulah bos yang sialnya kawan terdekat sejak SMA. Sehingga Reon tau kebiasaan buruknya yang satu ini. Menurut Reon, Raga itu terlalu ambisius. Apalagi jika sudah memutuskan akan menggapai sesuatu. Mengingatkan Reon tentang kalimat

