Bab 21 Dara terbangun ketika sinar matahari menembus celah gorden jendela kamarnya. Cahayanya sudah begitu terang, menandakan hari tak lagi pagi. Wanita yang tidurnya hanya berbalut selimut itu terperanjat dari tidurnya, kemudian melirik penunjuk waktu di nakas. “Jam sembilan?!” Dia terkejut saat mendapati hari benar-benar sudah siang, buru-buru dia menoleh ke sisinya. Ternyata Langit sudah tak lagi di sana. Dara mengambil ponsel yang berada di bawah bantal bermaksud untuk menelepon suaminya, ternyata beberapa pesan masuk dari Langit sudah berada di layar beranda ponsel. [Kamu sudah bangun? Maaf aku bangun lebih dulu, ada sesuatu yang harus kuselesaikan, aku tidak tega membangunkanmu] [Sarapan sudah ada di meja, makanlah selagi hangat, aku sudah menyiapkannya] Membaca isi pesan dar

