Perkenalan

570 Kata
Mahendra duduk dan memandangi makanan yang tersaji di atas meja.Dia tak ingin memakannya namun perutnya terasa lapar.Dia lantas mendekati makanan itu berniat untuk mengambilnya namun ketika tangan kanannya ingin meraih piring,dia berterik kesakitan. "Akhhhh...."teriaknya sauaranya begitu lantang hingga terdengar sampai dapur. Dayana yang mendengar teriakan itu langsung berlari menuju kamar,dia melihat Mahendra kesakitan sambil memegangi tangannya. "Tuan kenapa..?"Tanya Dayana mendekati Mahendra,menatapnya sejenak dengan rasa iba. "Apa kau tak lihat aku sedang kesakitan..!!"bentaknya Dayana terdiam namun dalam hatinya mengomel "di tanya baik-baik malah bentak,dasar orang kota.Dia emang kaya dan terpelajar tapi gak punya sopan santun sama sekali.!" "Kenapa kau hanya diam,panggilkan dokter cepat.?!"suruh Mahendra sambil membentak "Tuan ini desa terpencil,di sini gak ada dokter.!" "Apa...!!" "Ya..tunggu aku panggilkan Mang Yan dulu."lalu Dayana "Cepat panggilkan,tanganku sepertinya patah..?!" Dayana bangkit dari duduknya bergegas menuju rumah Mang Yan salah seorang dukun pijat yang ada di kampungnya. Setelah Dayana menceritakan semua tentang Mahendra Mang Yan dan dirinya bergegas menuju tempat Mahendra. "Kemana gadis itu pergi,dari tadi kenapa belum kembali,Aduh...sakit sekali tanganku..?"gumamnya Karena jarak rumah Dayana dan Mang Yan cukup jauh,maka membutuhkan waktu 30 menit perjalanan. Setelah lama menahan rasa sakit,akhirnya Mang Yan datang.Segera dia memeriksa tangan Mahendra. "Tahan sedikit ya..?"kata Mang Yan Mahendra hanya mengangguk sambil menahan rasa sakit. Mang Yan menarik tangan Mahendra yang terkilir itu. Teriakan Mahendra menggema seperti singa meraung kesakitan. "Tanganmu terkilir akibat terbentur benda keras,kau jangan khawatir 2 hari kemungkinan akan sembuh.Namun jangan di gerakkan terlalu paksa nanti malah akan membengkak dan bahaya.Ini tanganmu aku perban dua hari lagi aku akan datang kesini melepasnya dan ingat jangan sampai terkena air.?" "Terima kasih Mang."ucap Dayana lalu mengantar Mang Yan keluar. Setelah Mang Yan pergi Dayana masuk kembali menemani Mahendra.Dayana duduk di samping Mahendra,Namun Mahendra masih menahan rasa sakit. Dayana mengambil piring yang berisi makanan. "Buka mulutmu,pasti Tuan lapar..?" "Kenapa kau peduli padaku,di bayar berapa kau Sama Roni.?" "Apa yang tuan katakan aku tak paham,sebagai sesama manusia bukan kah kita di haruskan saling tolong menolong.Aku tak kenal dengan orang yang tuan sebut tadi,aku juga tak menerima uang dari siapapun.Jadi tolong hargai aku yang udah menolong tuan?" "Baiklah aku akan mempercayaimu,apa kau tinggal sendiri disini.?" "Tidak,aku tinggal bersama ibuku dan kedua adikku tuan." "Dimana ayahmu.?" Dayana terdiam sejenak "Ayahku pergi sejak 3 tahun yang lalu,di berpamitan untuk merantau di kota namun sampai saat ini dia belum kembali bahkan tak ada kabar darinya.?" "Maaf,kalau aku membuatmu sedih.?" "Gak kok,kami bahagia walau tanpa ayah.Aku berharap suatu hari nanti ayah akan kembali di tengah kebahagian kami." "Kenapa kau menolongku.?" "Kan sudah aku katakan sebagai sesama manusia kita harus saling menolong." "Kau mau menolong orang walaupun kau tak mengenalnya.?" "Berbuat baik itu kan di tujukan ke siapa saja." "Kau gadis yang polos,atau pura-pura lugu."gumam Mahendra dalam hati "Makan lah tuan,biar tuan cepat sehat.?" Kata Dayana sambil menyodorkan sendok kepada Mahendra."Jangan takut ini makanan sehat gak ada racun didalamnya." Lalu Mahendra menatap wajah Dayana sambil membuka mulutnya. "Kalau di lihat dari dekat gadis ini tampak sangat Cantik matanya berbinar wajahnya bulat,apalagi saat tersenyum tadi manis sekali.Kenapa hatiku berdebar-debar.?"kata Mahendra dalam hati "Siapa namamu.?"tanya Mahendra "Dayana,tapi orang sering memanggilku Dayen tuan." "Jangan panggil aku tuan,namaku Mahendra panggil saja Hendra,aku rasa kita seumuran jadi gak enak kalau kau memanggilku tuan." "Baik tuan..ehhh.mas Hendra." "Dimana keluargamu sejak tadi aku hanya melihatmu,tak ada keluarga mu yang lain.?" "Ibuku sedang mengantar pesanan,sedangkan kedua adikku sekarang masih sekolah." Banyak yang mereka perbincangkan sampai.Dari perkenalan itu ada rasa yang berbeda,yang di rasakan oleh mereka berdua.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN